When My Will Is Not Your Will

Antara ego, Kehendak pribadi dan Kehendak Tuhan.

Mungkin ini yang Tuhan maksud dalam bacaan injil hari ini

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-muridNya,

“Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung!

Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi ? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! …. ” Lukas 12:49-53

Sempat bertanya, kok begitu Tuhan bacaan nya, maksudnya seperti apa? Dan terinspirasi dari sebuah renungan yang di berikan dalam suatu grup milik Om Yohanes Sunaryo “Intercessory Prayer Group” saya mendapat penerangan makna dari injil hari ini.

Mengingat sifat dasar saya adalah pemberontak. Jadi, ketika nalar dan akal budi tidak bisa menerima apa yang terjadi, saya memberontak. Meminta Tuhan menjelaskan The Why.(Pertentangan batin) 

Tapi yang namanya manusia akan menjadi sulit untuk percaya dan taat kepada KehendakNya disaat ketakutan melanda di sertai ego yang kuat untuk mendapat penjelasan. Tetapi dalam renungan itu mengatakan seperti ini:

“….That if he does not take our afflictions away we should not consider ourselves ignored and neglected, but should hope to gain some greater good through the patient acceptance of suffering. For my power is at its best in weakness.”

Kalimat di atas menjelaskan secara jelas untuk tetap berpasrah dan bersabar dalam penderitaan karna justru dalam kelemahanmu, kuasaKu menjadi sempurna (2 korintus 12:9) walaupun kita tidak mengerti.

Susah tapi harus di jalani. Inilah tantangan menjadi murid Tuhan. Tantangan yang kemudian hari akan membawa kita pada satu kemenangan kepada kemenangan yang lain.

Life can only be understood backward

But It must be lived forward

-Soren Kierkegaard-

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *