Mencintai itu Pilihan

Mencintai itu gampang seperti nya, tapi kenyataan nya tidak

Belajar dari kehidupan orang tua saya yang kurang harmonis

Membuat saya trauma untuk berkeluarga

Mempunyai pemikiran bahwa laki-laki itu menakutkan

Ketika saya memutuskan untuk memiliki pasangan hidup

Saya bertanya kepada Tuhan, apakah saya sudah siap untuk menjalani hidup ber-dua ?

Kenapa saya bertanya seperti itu,

Karena hidup berdua berbeda ketika kita hidup untuk diri sendiri

Membagikan sebagian waktu kita yang sebenarnya bisa di lakukan untuk pekerjaan kita sendiri

Merencakan sesuatu sudah tidak lagi untuk kepentingan satu orang tapi demi kebaikan masa depan bersama

Belajar menahan ego, mengucapkan kata maaf dan belajar mencintai tanpa pamrih

Walaupun terkadang kondisi kita tidak memungkinkan untuk mencintai atau berbagi kasih

Tapi kita harus bersedia memberikan yang terbaik walaupun kita letih.

Banyak PR yang harus saya selesaikan sebelum masuki dunia rumah tangga.

Tapi saya percaya Tuhan ada di tengah-tengah hubungan saya dan pasangan saya.

Saya dan dia telah di pilih oleh Tuhan, untuk di pakai sebagai perpanjangan kasih Nya, sehingga kemuliaan Tuhan boleh di nyatakan lebih lagi melalui kami berdua.

Saya masih belajar untuk menjadi pendamping yang sempurna tapi bukan sempurna di mata manusia, melainkan sempurna di mata Tuhan.

Karna kesempurnaan hanya milik Allah dan kita hanya di minta untuk selalu mendekat pada Nya.

Titus 2 : 3

Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,…

—————————————————————————–

Mari kita belajar mencintai tanpa pamrih dan bagikan pengalaman mu.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *