Inikah Cinta-Mu ?

Tuhan aku tidak tahu apa yang terjadi di luar sana.

Aku bahkan tidak mengetahui gejolak apa yang terjadi dalam diriku.

Begitu banyak pertanyaan yang harus ku jawab tapi aku tidak bisa.

Yang ku tahu, Ini adalah pertandingan yang Kau kehendaki.

Ketika aku menerima firman yang kau berikan padaku saat itu:

Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri (Luk 2:34-35)

Hatiku begitu berat dan gentar. Hatiku seolah mengerti dan bersikap seolah berpasrah kepadaMu. Tapi hatiku semakin gentar ketika dunia sekitar ku runtuh di luar kapasitas yang bisa ku pegang.

Terucap olehku, “aku tidak pernah memilih jalan ini dan aku tidak pernah memilih kepada siapa aku harus bernaung. Hatiku haus dan lapar akan Engkau. Aku tidak pernah memilih jalan ini”

Tapi Engkau berucap lebih dari apa yang aku harapkan “Aku menyayangimu”

Dan seketika itu peneguhan demi peneguhan menghampiri ku seolah semua ini telah Kau rencanakan.

Nalar dan akal budi ku tidak bisa menerima. Meraung minta tolong dan terus berpeluh kepada semua orang untuk menolong ku.

Jiwa ku hancur dan aku membisu. Yang kubisa lakukan hanya bernyanyi dalam gelap dan menerima apa yang terjadi sebagai tanda kasihMu kepadaku.

 

Tuhan, aku tidak mengerti.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *