I was once ‘there’

Terpacu dalam sebuah emosi,

Terduduk terdiam dalam sebuah rasa,

Menginginkan ku untuk bercerita tentang apa yang sedang ku alami.

Penyakit yang pernah ku alami tak sebanding dengan rasa yang ada.

Moment yang mungkin pernah kalian lewati juga.

Tetapi kebanyakan dari kita hanya diam dan berfikir seolah ini adalah hal yang taboo untuk di bicarakan.

Rasa malu, tidak percaya diri, seakan seperti pengecut dalam kehidupan. Indenial.

Tapi kenyataan nya, sakit ini telah merenggut banyak dari kita i.e. Robin Williams.

Awalnya aku menutupi dan bertindak menyalahkan diri sendiri yang tidak mampu mengolah sebuah masalah.

Tapi ketika sakit itu semakin memburuk dan mulai mengganggu fisik,

Pertahanan ku pun mulai runtuh dan mulai mencari pertolongan.

Walopun masih ada sebuah penolakan batin.

Saat itu saya hanya berfikir,

Terkadang kita ini kurang bersyukur ketika di beri kesehatan yang maksimal.

Di butuhkan sebuah keadaan untuk memicu kita bersyukur.

Saat mencoba menerima dan menjalani treatment secara kedokteran dan juga secara rohani,

Batin saya tetap bergejolak.

Malu mengakui nya, menolak itu semua.

Tak sedikit yang mencibir dan diam dalam situasi tersebut.

Saat itu saya merasa sendiri dan berfikir ‘Dimana mereka ? Apa salah saya?’

Saya melihat diri ini hanya seonggok sampah dan tidak berguna.

Saya bertanya dan menangis, Why me ?

‘What about my future and my dreams ?’

Terkadang sakit itu hanya memberikan pilihan untuk mundur dari kehidupan

 

Batin ku bergejolak

To be continued

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *