God Heal My Family

Waktu itu aku memang berdoa agar aku bisa sembuh dari luka batin ku dengan keluarga ku. Waktu awal-awal datang kesini, aku datang bukan dari keluarga harmonis, walopun secara materi kita berkecukupan. Mama papa yang dulus serng bertengkar dan mama yang dulu suka memukul membuat saya trauma untuk tinggal di rumah. Membuat saya rindu akan hangat nya mempunyai keluarga yg akur.

Saya merasa di tolak dan tidak nyaman berada di rumah. Tapi begitu saya sampai di singapore, saya ikut komunitas mengenal apa itu luka batin, saya mulai menyadari adanya luka kekecewaan yang di karenakan oleh kurang nya kasih sayang dan perhatian dari keluarga. Disana saya menolak dan menuntut bahwa orang tua saya lah yang harus berubah.

Tapi saya ingat waktu itu saat mama dan adik saya sedang liburan ke singapore pertama kali nya. Ada sesuatu yang berubah. Perubahan terjadi dalam diri saya melalui doa, puasa dan keinginan untuk berubah. Tiba-tiba saya bisa bersikap lebih halus dan santun kepada mama dan adik saya. Yang dulunya saya cuek dan tidak perhatian. Sekarang, saya lebih bisa meredam amarah saya dan lebih bisa menerima kekurangan dan mama saya. Saya lebih berusaha untuk mencintai ibu saya.

Sampai detik hari ini, bahkan sebelum saya pacaran saya sempat bernazar, saya mau sembuh sebelum saya menemukan pasangan hidup. dan benar saja, melalui banyaknya patah hati, sampai akhirny saya menemukan pasangan hidup yang sepadan, saat itu saya juga saya di pulihkan oleh Tuhan.

Berkali-kali ikut retreat tapi tidak merasakn apa-apa. nangis paling keras tapi kok tidak lega. Pembimbing cuma bilang itu luka sudah di angkat tinggal di tutup saja yang membutuhkan process. Jadi saat itu saya imani saja.

Eh, emang Tuhan bekerja ga pernah sesuai dengan keadaan. Tiba-tiba aja kemarin pas mau cerita-cerita soal hbungan mama saya, saya malah lupa semua. dna ga ada satu pun yang saya ingat. –“

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *